Sabtu, 22 September 2018

Ini Pidato Lengkap Jokowi setelah mendapat nomor urut satu.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Usai mendapatkan nomor, Jokowi menyampaikan pidato singkat.

Ini Pidato Lengkap Jokowi setelah mendapat nomor urut satu.
sumber: tempo

Dalam pidatonya itu, Jokowi meminta masyarakat untuk berpolitik dengan baik demi kematangan demokrasi. "Saya mengajak kepada kita semuanya agar pilpres ini kita isi untuk pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, kematangan berdemokrasi rakyat untuk kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi," kata Jokowi di KPU, Jumat, 21 September 2018. Berikut isi pidato lengkap Jokowi:

Assalamualaikum Wr. Wb, selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom Om Swastiastu, Namo Budaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati ketua KPU beserta semua jajaran KPU, Ketua Bawaslu dan jajarannya, Ketua DKPP dan jajarannya,


Yang saya hormati Menteri, TNI dan polri, dan semua ketua umum partai yang hadir,


Yang saya hormati, yang saya cintai, Sabahat baik saya Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno.


Bapak ibu sekalian, hadirin yang berbahagia,


Alhamdulillahirabbil 'alamin. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena pada malam hari ini, Alhamdulillah pengambilan nomor berjalan lancar. Dan kami Joko Widodo dan Prof. DR. KH. Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut satu.


(Berhenti sejenak)


Satu.


Memang yang diperebutkan adalah RI 1.


Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kepada semuanya untuk dalam rangka pilpres. Pilpres adalah pesta demokrasi. Oleh sebab itu, pada malam yang berbahagia ini, saya mengajak kepada kita semuanya agar pilpres ini kita isi untuk pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, kematangan berdemokrasi rakyat, untuk kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi.


Oleh sebab itu, marilah kontestasi politik ini, kita beradu kontestasi program , kontestasi adu gagasan, kontestasi adu ide, kontestasi adu rekam jejak, kontestasi adu prestasi, dan saya mengajak kepada kita semuanya, mari kita jauhkan dari saling memfitnah, saling menghina, saling mencemooh, saling menjelekkan. Karena itu bukan nilai-nilai etika yang kita anut, yakni etika keindonesiaan.


Jangan sampai karena kontestasi polittik ini, dalam rangka pilpres, silaturahmi di antara kita menjadi tidak baik. Saya ingin, meski kita berkontestasi, saya masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo, masih bisa bertelepon dengan Pak sandi. Karena beliau adalah sahabat-sahabat saya sejak lama. Saya kenal Pak Prabowo sejak lama, saya kenal Pak Sandi juga sejak lama.


Saya rasa, itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Memang untuk memajukan negara ini, banyak rintangan hambatan, banyak rintangan, banyak perlawanan, tetapi tidak boleh kita menyerah. Hanya ada satu pilihan, Indonesia maju!


Terima kasih,


Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada Kejutan Jokowi - Maruf di Hari Pertama Kampanye Minggu Besok

Ada Kejutan Jokowi - Maruf di Hari Pertama Kampanye Minggu Besok
Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan pasangan capres-cawapres Jokowi - Maruf Amin akan memberikan kejutan di kampanye perdana mereka. Kampanye perdana akan dilakukan, Minggu (23/9/2018) besok.

Ada Kejutan Jokowi - Maruf di Hari Pertama Kampanye Minggu Besok
sumber tempo.

"Kejutannya bintang-bintang dan juru kampanye yang hadir nanti," kata Romahurmuziy di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (22/9/2018) malam.

Meskipun demikian Romahurmuziy belum mau mengungkapkan siapa saja tokoh-tokoh yang akan menjadi juru kampanye itu.

Lebih jauh Romahurmuziy mengatakan Jokowi - Maruf Amin sangat memberikan perhatian bagi pemilih terbesar yakni generasi milenial. Hal tersebut kata dia, tercermin dari busana yang dikenakan tim Jokowi - Maruf Amin yang mayoritas casual dan milenial.

"Pak Jokowi memberikan perhatian bagi pemilih terbesar, generasi milenial. Dan menunjukkan jiwa beliau masih sangat milenial," ujarnya.

Kenapa Prabowo tidak hormat seperti Jokowi saat lagu Indonesia Raya?

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dalam acara pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (22/9). Saat lagu kebangsaan itu diperdengarkan Presiden Joko Widodo memperlihatkan sikap hormat.

Bagaimana Seharusnya Bersikap saat Lagu Indonesia Raya Dinyanyikan
Kandidat presiden (petahana) Joko Widodo (kedua dari kanan) dan Prabowo (kedua dari kiri) dan kandidat wakil presiden Maruf Amin (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) menyanyikan lagu Indonesia Raya di KPU, Jakatra pada 21 September 2018

Sikap Jokowi berbeda dengan orang lain yang hadir dalam acara tersebut. Baik Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan para komisioner KPU yang hadir dalam acara tersebut hanya berdiri selama lagu itu diperdengarkan.

Lantas bagaimana sebenarnya cara bersikap saat lagu kebangsaan diperdengarkan?

Dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur bagaimana sikap saat Indonesia Raya diperdengarkan.

Pasal 62 regulasi tersebut berbunyi: 

Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.

Namun, sikap hormat yang dimaksud aturan ini berbeda dengan sikap hormat saat bendera merah putih sedang dikibarkan. Dalam penjelasan pasal 62 Undang-undang nomor 24 tahun 2009 disebutkan sikap hormat saat Indonesia Raya diperdengarkan adalah berdiri tegak.

Sedangkan pemberian sikap hormat tanpa kata berdiri tegak juga diatur dalam regulasi ini. Pasal 15 aturan itu mengatur sikap hormat diberikan saat penaikan dan penurunan bendera merah putih. Dalam prosesi itu disebutkan ada pengiringan dengan lagu Indonesia Raya.

Ayat 1. Pada waktu penaikan atau penurunan Bendera Negara, semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak dan khidmat sambil menghadapkan muka pada Bendera Negara sampai penaikan atau penurunan Bendera Negara selesai.

Ayat 2. Penaikan atau penurunan Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.